oleh

Wagub Mawardi Yahya Pastikan Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Omicron Tindaklanjuti Arahan Presiden

SUMSELKITA.COM,PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya  memastikan Pemprov Sumsel akan terus meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Omicron. Hal itu dikatakannya usai mengikuti pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah, Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia secara virtual dari Command Center Pemprov Sumsel, Kamis (16/12) siang.

Sebagai upaya menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tersebut, juga mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2022 saat ini Pemprov Sumsel telah menyiapkan surat edaran kepada Bupati/Walikota tentang Pencegahan dan Penanganan Covid 19 di Provinsi Sumsel.

Hal ini terkait perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan di mana kasus baru harian telah mengalami penurunan yang signifikan, sedangkan kasus baru Covid-19 di beberapa negara  masih mengalami peningkatan.  Menindaklanjuti kondisi tersebut sebagai kewaspadaan dan mencegah peningkatan kasus baru,

Dalam edaran itu Kab/Kota diminta memperhatikan beberapa hal di antaranya 1. Memperkuat kegiatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) dengan memperkuat fungsi dan koordinasi instansi terkait.
2.Percepatan pencapaian vaksinasi Covid-19 dosis lengkap (dosis 1 dan dosis 2) minimal 70 %.
3.Menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.

” Suratnya sudah kita buat, dan sudah disampaikan ke Gubernur,” ujar Mawardi.

Menurut Mawardi pada prinsipnya pemerintah tidak melarang warga berkegiatan asalkan dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Terlebih berdasarkan arahan Presiden RI bahwa varian Omicron sudah masuk ke Indonesia.

Dalam kesempatan wawancara Wagub Mawardi juga memaparkan update kondisi Covid-19 per tanggal 15 Desember 2021 di Sumsel. Dimana saat ini trend kondisi Covid-19 menurun, yang dibuktikan dengan kasus konfirmasi, kematian, jumlah kasus aktif dan BOR RS semakin menurun dan jumlah kasus sembuh semakin meningkat.

Dimana Total  kasus konfirmasi  ada sebanyak 59.967 kasus dan penambahan kasus konfirmasi tgl 15 Desember  ada 1 kasus. Sementara itu total kasus sembuh tercatat sebanyak 56.859 orang (94,82%). Kemudian kondisi BOR Rumah Sakit sebesar 2%. Serta14 Kab/Kota  berada  di Zona Kuning (resiko penularan rendah) dan 3 Kab/Kota masuk Zona Hijau (Muba, Mura dan Lubuk Linggau).

Sementara itu dalam arahannya Presiden Joko Widodo menekankan tiga poin penting yang harus diwaspadai dan menjadi atensi semua kepala daerah Gubernur, Pangdam, Kapolda serta Bupati dan walikota se Indonesia. Hal ini tak lain berkenaan dengan penyebaran varian baru virus Omicron di Indonesia.

Saat ini jelas Jokowi varian Omicron telah masuk ke 88 negara. Bahkan jumlah kasus di dunia naik 3 kali lipat dalam 3 hari. Varian ini juga menular dengan cepat. Untuk itu Jokowi mengingatkan agar masyarakat terutama Pemda tidak lengah.

” Saya ingatkan jangan lengah dan RS harus disiapkan, cek oksigen, cek obat-obatan dan WHO telah menyampaikan bahwa kemungkinan besar varian ini telah tersebar di hampir semua negara. Dan tadi pagi sudah disampaikan Menkes juga bahwa varian Omicron ditemukan di negara kita,” jelas Jokowi.

Adapun tiga poin penting yang dimaksud Jokowi pertama adalah
Pemda, Pangdam, Kapolda, Bupati dan walikota memastikan Protokol Keseharan berjalan. Terutama pwnggunaan masker dimintanya untuk dilakukan pengawasan dan kontrol di lapangan.

” Karena kuncinya ada di sini. Pastikan Prokes ini berjalan. Utamanya di tempat interaksi masyarakat yang tinggi seperti tempat pertemuan seperti mall, pertokoan, pasar, pasar tradisional dan restoran,” tambahnya.

Kemudian yang kedua, Jokowi meminta agar Kepala Daerah, Pangdam dan Kapolda terua melakukan testing dan tracing semua kontak erat. Dimana dalam melakukan testing dan tracing sapat dilakukan sesuai standar yang ditetapkan. Sehingga jika ada ditemukan kejadian cepat dilakukan karantina.