SUMSELKITA.COM,PALEMBANG– Wajar kalau disebut biaya kuliah kedokteran itu mahal, apalagi biaya kuliah dokter spesialis. Kabar viral dialami dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri), terutama prodi Spesialis Mata. Diduga sejumlah residen di sana mengalami bullying dari para oknum senior.
Praktek bullying di profesi dokter, sudah sejak lama dilarang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sayangnya, meski para pelaku bully sudah ditangkap, diberhentikan dari profesi dokter atau bahkan sampai di penjara. Namun praktek ini tetap saja terjadi.
Akun influencer @drg.mirza, pada Minggu 4 Januari 2026 mengabarkan dugaan bullying dilakukan PPDS Unsri prodi Mata.
Bahkan korbannya, dokter residen junior ada yang sampai melakukan percobaan bunuh diri lantaran tertekan dengan kondisi yang dialami.
Dikutip dari Infosumsel, para korban diduga diminta membiayai gaya hidup mewah dokter senior. Dari mulai biaya tiket pesawat, clubbing, olahraga, skincare hingga soalan antar jemput anak sekolah dokter senior.
Drg Mirza mengungkap pernyataan itu dikirimkan ke WA pribadinya, dengan tanggal pernyataan 1 Januari 2026
Disebutkan, Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Sipil (AMPKS) Sumsel meminta pada pihak terkait, untuk memberikan perhatian pada kasus dugaan bullying sejumlah residen PPDS Unsri.
Dijelaskan, bahwa modus para oknum senior PPDS tersebut, dengan meminta junior untuk membiayai keperluan pribadi dan gaya hidup mewah senior.
Seperti uang semesteran senior, clubbing dan party senior, alat olahraga, sewa padel, club, sepak bola senior.
Juga untuk beli skincare, menanggung makan minum senior, tiket konser, tiket pesawat, biaya sewa rumah dan kosan senior, biaya perpisahan senior, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior, belikan alkes senior, dan barang mewah lainnya.
Bahkan sampai urusan antar jemput anak senior.
Pelaku yang diduga lebih dari satu orang, melakukan bullying dengan rapi dan sembunyi sembunyi, disertai pula dengan ancaman dan intimidasi.
Jika tidak menuruti, junior akan dirundung, dikucilkan dan dipersulit selama masa pendidikannya oleh para oknum senior PPDS.











Komentar