oleh

Rizky Abdiansyah Kecewa Pemain Lokal Sumsel Dicoret dari Sriwijaya FC, Dicoret Sebelum 3 Jam Burs Transfer Tutup

SUMSELKITA.COM,PALEMBANG – Bek asal Palembang, Rizky Abdiansyah, melontarkan kekecewaannya terhadap proses seleksi dan pencoretan pemain lokal Sriwijaya FC dalam Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Ia menilai keputusan tersebut kurang tepat dan tidak manusiawi, terutama karena dilakukan hanya tiga jam sebelum bursa transfer ditutup.

Dari sekian banyak pemain asal Palembang yang mengikuti seleksi, hanya Rangga Pratama yang akhirnya bertahan. Menurut Rizky, penilaian kualitas pemain dalam waktu yang sangat singkat, bahkan dalam kondisi fisik tidak ideal, jelas tidak mencerminkan proses seleksi yang adil.

“Kalau dinilai masuk skema atau kualitas pemain, menurut saya kurang tepat dibandingkan dengan pemain yang ikut seleksi kemarin. Apa yang mau dilihat dan dinilai hanya dalam dua hari?” ujar Rizky Abdiansyah dikutip dari Sripoku.com.

Rizky mengungkapkan, para pemain lokal Palembang berangkat menuju Sawangan menggunakan bus Sriwijaya FC. Mereka baru makan siang di pinggir jalan sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba di lapangan latihan sintetis pukul 14.30 WIB, saat sesi seleksi hari pertama sudah berjalan setengah rangkaian materi.

Alih-alih diberi waktu istirahat, para pemain justru diminta langsung berganti pakaian dan mengikuti seleksi.

“Kami sebenarnya ragu ikut hari pertama karena kondisi badan sudah capek dan baru makan. Tapi pelatih ingin kami langsung ikut. Kami pikir mungkin mau lihat mental dan kemauan,” katanya.

Meski menyadari risiko cedera cukup besar, Rizky dan rekan-rekannya tetap memaksakan diri agar tidak dicap tidak memiliki keinginan.

Pada hari pertama, Rizky hanya mengikuti sesi game sekitar 20 menit. Kondisi fisik pemain lokal Palembang baru benar-benar pulih pada hari kedua seleksi. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah tampil maksimal dan bahkan menjalani tiga kali sesi game.

“Yang penting Insya Allah saya sudah jalani dengan benar dan minim kesalahan. Tapi menilai skema atau kualitas pemain hanya dalam dua hari, apalagi dengan kondisi hari pertama seperti itu, menurut saya tidak adil,” tegasnya.

Kecewa Diberitahu 3 Jam Sebelum Bursa Transfer Ditutup

Yang paling disesalkan Rizky bukanlah soal keluar-masuk pemain, karena itu hal lumrah di sepak bola profesional. Namun, ia kecewa karena keputusan pencoretan baru disampaikan tiga jam sebelum penutupan bursa transfer.

“Mau cari tim bagaimana lagi dengan waktu kurang dari tiga jam? Ini bisa dibilang mematikan karier pemain. Kalau dikasih tahu tiga hari atau minimal satu hari sebelumnya, kami masih punya opsi,” ucapnya.

Rizky mengaku sempat berkomunikasi dengan pihak manajemen setelah seleksi hari pertama dan mendapat sinyal bahwa kondisinya masih aman. Hal itu membuatnya merasa tenang dan tidak bergerak mencari klub lain.

“Ternyata kenyataannya tidak sesuai yang dibicarakan. Sangat wajar dan manusiawi kalau saya marah dan kecewa,” ujar pemain kelahiran Palembang, 27 Januari 1996 itu.