oleh

Pemkot Palembang Matangkan Skema Pemanfaatan Aset Pasar Ikan Modern

SUMSELKITA.COM,PALEMBANG-Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan langkah strategis dalam pemanfaatan aset Pasar Ikan Modern (PIM). Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, memimpin rapat lanjutan pembahasan pengelolaan aset tersebut di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang, Senin (23/2/2026).

Rapat ini merupakan bagian dari rangkaian pembahasan intensif yang telah dilakukan sebelumnya, dengan agenda utama merumuskan skema pemanfaatan aset yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Isnaini menegaskan bahwa pengelolaan aset daerah harus mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), termasuk aspek legalitas, akuntabilitas, dan kebermanfaatan publik.

Menurutnya, optimalisasi aset pemerintah bukan sekadar menjaga keberadaan fisik bangunan, tetapi memastikan aset tersebut produktif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah serta penguatan sektor usaha masyarakat.

“Aset pemerintah harus dimanfaatkan sesuai aturan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, setiap langkah yang kita ambil harus terukur, transparan, dan tidak menyalahi ketentuan perundang-undangan,” ujar Isnaini.

Ia menjelaskan, Pemkot Palembang telah melakukan koordinasi dengan pihak kementerian terkait guna memastikan skema yang dipilih selaras dengan regulasi pengelolaan barang milik daerah.

“Pembahasan bersama pihak ketiga juga akan dilakukan untuk merumuskan model kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang,” kata Isnaini.

Dalam konsep yang tengah dibahas, komposisi usaha di kawasan Pasar Ikan Modern akan tetap mempertahankan identitas utamanya sebagai sentra perikanan, dengan porsi 60 persen produk olahan berbahan dasar ikan dan 40 persen produk non-ikan.

Skema ini dinilai sebagai formulasi yang proporsional—di satu sisi memperkuat positioning PIM sebagai pusat produk perikanan modern, dan di sisi lain membuka ruang diversifikasi usaha bagi pelaku UMKM.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu mendorong hilirisasi produk perikanan, mulai dari hasil tangkapan segar hingga aneka olahan bernilai tambah seperti makanan siap saji, produk beku, hingga kemasan modern yang memenuhi standar pasar ritel.

Dengan demikian, PIM tidak hanya menjadi lokasi transaksi, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi berbasis perikanan yang terintegrasi.

Pemkot Palembang menargetkan pengelolaan Pasar Ikan Modern ke depan berbasis manajemen profesional, dengan sistem operasional yang tertata, penataan tenant yang terstruktur, serta dukungan promosi yang berkelanjutan.

Hal ini penting agar PIM mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern sekaligus menjadi destinasi belanja kuliner dan produk laut unggulan di Kota Palembang.

Melalui optimalisasi aset ini, Pemerintah Kota Palembang berharap Pasar Ikan Modern dapat bertransformasi menjadi ruang ekonomi produktif yang mendorong pertumbuhan UMKM, menyerap tenaga kerja, serta memperkuat struktur perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed