oleh

Palembang Gandeng University of Colorado, Perkuat Pendidikan Inklusif Berstandar Global

SUMSELKITA,COM.PALEMBANG-Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama University of Colorado, Amerika Serikat, dengan menghadirkan pakar pendidikan inklusif, Dr. Shelley Herron, dalam audiensi yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (7/4/2026).

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut langsung kehadiran Dr. Shelley dan menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, khususnya dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif secara efektif di tingkat satuan pendidikan.

Menurutnya, kehadiran pakar internasional memberikan nilai tambah signifikan, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan secara global.

“Ini menjadi momentum penting bagi kita untuk belajar langsung dari pakar dunia. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas,” ujar Ratu Dewa.

Ia menjelaskan, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya penguatan metode pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman kemampuan siswa, serta pengembangan sistem sekolah yang mampu mengakomodasi kebutuhan individu secara adil dan proporsional.

Lebih lanjut, Ratu Dewa menekankan pentingnya pendekatan teknis yang aplikatif di lapangan. Karena itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk menghasilkan panduan praktis bagi para guru dalam mengelola kelas inklusif.

“Kita tidak hanya bicara konsep, tetapi juga implementasi. Guru harus dibekali strategi konkret agar proses belajar mengajar benar-benar inklusif dan efektif,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk menyiapkan agenda lanjutan yang lebih teknis dan terstruktur. Dalam tahap berikutnya, Dr. Shelley dijadwalkan memberikan pelatihan dan pengarahan langsung kepada para pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pengawas sekolah, kepala sekolah, hingga guru.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan inklusif di Palembang, sehingga selaras dengan standar internasional namun tetap kontekstual dengan kebutuhan lokal.

Sementara itu, Dr. Shelley Herron menyampaikan bahwa kunjungannya ke Palembang difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan pendidikan bagi siswa penyandang disabilitas dan pengelolaan perilaku (behavior management) di lingkungan sekolah.

“Kami ingin berbagi pendekatan berbasis praktik dalam memahami kebutuhan siswa secara holistik, termasuk bagaimana mengelola dinamika perilaku mereka di dalam kelas,” jelasnya.

Selama berada di Palembang, Dr. Shelley akan melakukan observasi langsung ke sejumlah sekolah serta memberikan pelatihan kepada guru dan mahasiswa. Program ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang konstruktif antara praktisi pendidikan di Indonesia dan Amerika Serikat.

Usai pertemuan, Dr. Shelley juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Palembang. Ia menilai Ratu Dewa sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter “calm and progressive”—tenang namun visioner dalam mendorong perubahan.

“Beliau menunjukkan kepemimpinan yang reflektif sekaligus progresif, terutama dalam mendorong inovasi di sektor pendidikan dan transportasi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti semangat belajar berkelanjutan yang dimiliki Wali Kota sebagai faktor penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis dalam mempercepat terwujudnya sistem pendidikan inklusif yang tidak hanya berorientasi pada akses, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan di Kota Palembang.