SUMSELKITA.COM,PALEMBANG– Wali Kota Palembang Ratu Dewa turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh masyarakat Sumatera Selatan, Kemas Haji Abdul Halim Ali atau Haji Halim, yang meninggal dunia pada usia 88 tahun, Kamis (22/1/2026).
Belasungkawa tersebut disampaikan Ratu Dewa saat melayat ke rumah duka almarhum di Jalan Dr M Isa, Palembang.
Ia mengaku kehilangan sosok panutan yang dikenal memiliki jiwa sosial tinggi dan kedermawanan yang luar biasa.
“Atas nama Pemerintah Kota Palembang dan seluruh masyarakat Palembang, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ujar Ratu Dewa.
Menurutnya, Palembang dan Sumatera Selatan kehilangan tokoh yang selama ini konsisten berkontribusi dalam bidang sosial, keagamaan, pemerintahan, serta pembangunan kota.
“Sosok almarhum sangat peduli terhadap masyarakat, khususnya dalam bantuan sosial dan keagamaan. Tidak hanya dirasakan di Palembang, tetapi juga di Sumatera Selatan,” jelasnya.
Ratu Dewa menambahkan, ia mengenal Haji Halim sejak masih menjadi mahasiswa. Selama itu pula, almarhum dikenal sebagai pribadi yang konsisten mendukung kemajuan kota Palembang.
Ia juga mengungkap pesan terakhir almarhum yang disampaikan saat masih dirawat di rumah sakit, agar Palembang terus dikembangkan menjadi kota yang religius.
“Beliau berpesan agar Palembang benar-benar religius, terus mengembangkan syiar Islam, dan ditata menjadi kota yang lebih baik,” pungkasnya.
Putra almarhum, Kms H Umar Halim, mewakili keluarga besar memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami memohon doa agar amal ibadah ayah kami diterima dan segala kekhilafan semasa hidupnya diampuni,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga menjelaskan bahwa almarhum akan dimakamkan pada Jumat (23/1/2026) usai Salat Jumat, setelah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Agung Palembang, sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Jalan Dr M Isa.
Jenazah Haji Halim akan dikebumikan tepat di samping makam istrinya.

