SUMSELKITA.COM,PALEMBANG-Pemerintah Kota Palembang terus berupaya mencari solusi konkret dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kota ini. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Hal ini mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Berpikir Bersama Untuk Solusi Banjir Kota Palembang” yang digelar pada Minggu (3/5/2026) di Cafe AgamPisan Jilid 2, Sekanak.
Acara ini menghadirkan berbagai narasumber. Mulai dari akademisi, praktisi, anggota legislatif, hingga perwakilan dari Pemerintah Kota Palembang. Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam dalam menangani isu krusial tersebut.
Asisten III Setda Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, yang hadir mewakili pemerintah kota, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta diskusi.
Menurutnya, forum ini menjadi wadah yang sangat produktif untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini luar biasa. Berkumpul dari legislatif, akademisi, praktisi, hingga korban banjir langsung. Kami dari Pemerintah Kota Palembang menerima banyak sekali masukan,” ujar Bastari, ditemui usai acara.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar semua pihak untuk mencapai tujuan bersama, yakni meminimalisir hingga membebaskan Palembang dari ancaman banjir.
“Semuanya memiliki keinginan yang sama untuk berkolaborasi dan berperan aktif agar Kota Palembang ini bebas dari banjir, atau setidaknya meminimalisir banjir. Semangat ini muncul karena kita semua sayang dengan Palembang,” tambahnya.
Diskusi yang dipandu oleh moderator Suzan Oktaria ini berlangsung dinamis. Selain Ahmad Bastari, beberapa narasumber lain yang turut hadir antara lain Prof. Dr. Momon Sodik Imanudin, S.P., M.Sc. (Akademisi/Ahli Pengelolaan Sumber Daya Air dan Lahan Rawa), Agung Bahari, S.T., M.Si. (Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang), Ki Edi Susilo (Founder Forum Masyarakat Berdaya & Pegiat Agraria) dan Ridwan Edo (Pendiri PalembangInfo)
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas melalui aksi nyata seperti kampanye #KAMISAYANGPALEMBANG, diharapkan solusi-solusi yang dihasilkan dalam diskusi ini dapat segera diimplementasikan demi kenyamanan warga Kota Palembang di masa mendatang.











Komentar