SUMSELKITA.COM, Palembang – Wali Kota Palembang Ratu Dewa memulai aktivitasnya sejak pagi dengan turun langsung meninjau sejumlah fasilitas publik, Senin (19/10/2026). Dari penataan taman hingga penanganan dampak asap dan persiapan menghadapi musim hujan, berbagai persoalan kota menjadi perhatian dalam agenda tersebut.
Sekitar pukul 07.30 WIB, Ratu Dewa mengawali peninjauan di median Jalan Wahid Hasyim–Rasyid Siddiq, tepat di depan Kantor Camat Seberang Ulu (SU) I. Di lokasi tersebut, ia melihat proses penataan taman yang tengah dilakukan.
Peninjauan kemudian berlanjut ke sepanjang koridor Jalan A. Yani hingga Jalan Panjaitan di kawasan Plaju. Menurut Ratu Dewa, penataan ruang terbuka dan taman bukan sekadar mempercantik kota, tetapi juga menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kalau tamannya cantik, hati warga yang lewat juga senang. Kota ini wajah kita,” ujarnya. Usai memantau penataan taman, Ratu Dewa melanjutkan agenda dengan meninjau fasilitas perlindungan masyarakat dari paparan asap. Ia mendatangi Ruang Aman Asap di lantai dua Kantor Camat Sematang Borang dan Kantor Lurah Talang Jambe yang merupakan hasil kolaborasi dengan Relawan KitaBisa.
Selanjutnya, ia memeriksa kesiapan Puskesmas Talang Jambe dan Puskesmas Talang Betutu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah ancaman asap. Di Ruang Aman Asap, Ratu Dewa melihat langsung fasilitas yang disediakan, mulai dari pendingin ruangan hingga alat pemurni udara atau air purifier. Ia juga mencoba kursi yang disiapkan bagi kelompok rentan, khususnya balita dan lanjut usia.
Saat ini, sebanyak 42 puskesmas di Palembang telah disiagakan sebagai Ruang Aman Asap untuk membantu masyarakat mendapatkan tempat yang lebih nyaman ketika kualitas udara memburuk.
“Dari urusan paru-paru kota berupa taman, sekarang kita jaga paru-paru manusianya. Jangan sampai anak-anak kita sesak karena asap,” katanya. Pastikan Drainase Siap Hadapi Musim Hujan Agenda berikutnya berlanjut ke kawasan KM 12 dan Lorong Garuda 1. Di lokasi tersebut, Ratu Dewa memeriksa kondisi drainase, kolam retensi, serta anak sungai yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan saluran air dapat berfungsi optimal sebelum memasuki musim penghujan. Ia menilai, kondisi drainase perlu mendapat perhatian agar tidak menghambat aktivitas masyarakat maupun memicu genangan.
“ Habis kita jaga udara, sekarang kita jaga air. Kalau drainase mampet, akan berdampak kepada aktivitas warga, karena tidak lama lagi musim hujan akan turun,” tegasnya.











Komentar