oleh

Pemkot Palembang Mengjukan Subsidi Transmusi ke Pemerintah Pusat

SUMSELKITA.COM,PALEMBANG – Wali Kota Palembang, H Harnojoyo menegaskan, subsidi untuk Transmusi tahun ini memang dikaji.

Karena, Pemkot akan melakukan penggabungan antara Transmusi yang dikelola oleh PT SP2J dengan Teman Bus yang dikelola PT TMPJ.

“Jadi kita harapkan kalau dikelola PT TMPJ akan disubsidi oleh Kementerian Perhubungan. Kita sudah usulkan ke Kemenhub dan mereka setuju. Jadi sekarang sedang progres ke arah itu,” jelas Harnojoyo, Selasa (4/1/2022).

Harnojoyo menambahkan, selama ini Pemkot memberikan subsidi untuk ongkos Transmusi.

“Karena ini pelayanan ke masyarakat. Jadi Pemkot subsidi ongkosnya. Kalau tidak disubsidi bisa sampai Rp 12 ribu. Karena ini disubsidi ongkosnya Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 3 ribu untuk pelajar,” tukasnya.

Sehari sebelumnya, Senin (3/1/2022), Dirut PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya, Ahmad Nopan, mengatakan, Bus Rapid Transmusi (BRT) mulai 1Januari 2022 stop beroperasi.

“Iya, memang sejak 1 Januari 2022, kita terpaksa menyetop operasional Transmusi. Karena tahun ini tidak dapat subsidi dari Pemkot Palembang,” ujar Nopan.

Dia menjelaskan, pihaknya selaku pengelola Transmusi sudah mengajukan untuk subsidi Transmusi Rp 17 miliar.

“Dan setelah dievaluasi, disetujui di DPRD Palembang, oleh Komisi 2 Rp 12 miliar,” paparnya.

Namun, lanjut Nopan, ternyata anggaran tersebut tidak dianggarkan di Dinas Perhubungan Kota Palembang.

“Ya, anggarannya tidak termasuk di Dishub. Karena ini sarana transportasi jadi anggarannya masuk di Dishub,” kata Nopan. (*)